EMBIK HIDUNGKU(61)
Ku merengek seperti anak-anak
Terkata atau tidak itulah tangisku
Saat ku merindu-mu dalam rasa sangat
Namun ku tak sanggup berkata-kata
Hingga aku hanya bisa terdiam
Tanpa satu kata pun terucap
Kecuali hanya embik hidungku
Dan gerak bibirku saja tanpa kata
Atau aku hanya bisa berkata
Dalam bata-bata kata ku
Terucap “sayang”
Atau kata “kangen.....”
Itu semua sungguh rasaku
Itu semua juga rasamu
Itu cinta suci yang kuberi
Yag berkembang dalam hati
Aku tau itu telah tumbuh dalam kamu
Dalam nyata rasa rindu menggebu
Seperti Nyata dalam dada-ku
Disetiap saat dan waktu
Ku merengek seperti anak-anak
Terkata atau tidak itulah tangisku
Saat ku merindu-mu dalam rasa sangat
Namun ku tak sanggup berkata-kata
Hingga aku hanya bisa terdiam
Tanpa satu kata pun terucap
Kecuali hanya embik hidungku
Dan gerak bibirku saja tanpa kata
Atau aku hanya bisa berkata
Dalam bata-bata kata ku
Terucap “sayang”
Atau kata “kangen.....”
Itu semua sungguh rasaku
Itu semua juga rasamu
Itu cinta suci yang kuberi
Yag berkembang dalam hati
Aku tau itu telah tumbuh dalam kamu
Dalam nyata rasa rindu menggebu
Seperti Nyata dalam dada-ku
Disetiap saat dan waktu
SETELAH AKU(62)
Setelah aku dapatkan
Lailatul Qadar dua tahun silam
Aku Ingin berbagi dengan siapa pun
Yang mau dan percaya
Bahwa Lailatul qadar
Dapat di Raih
Dan dapat di Nyatakan
Dalam Hidup Nyata ini
Hingga kita dapat hidup
Dalam Nyata Ruhani
Dan Hanief (aliran)
KalimatNya pun dapat Nyata
Setelah aku dapatkan
Lailatul Qadar dua tahun silam
Aku Ingin berbagi dengan siapa pun
Yang mau dan percaya
Bahwa Lailatul qadar
Dapat di Raih
Dan dapat di Nyatakan
Dalam Hidup Nyata ini
Hingga kita dapat hidup
Dalam Nyata Ruhani
Dan Hanief (aliran)
KalimatNya pun dapat Nyata
TANYA MU(63)
Megapa kau bertanya
Tangis ada saat duka
Tangis nyata dalam bahgia
tangis juga ada kala cinta
Dalam mata mu Nyata tangis
Jangan kau letih dalam pedih
Karena kaukan semakin merana
Dalam Nyata yang semakin lara
Jangan kau pustus harapan
Karena semua ada jalan
Bila kau berserah pada Tuhan
Dengan segala serah mu
Jangan kau menjadi beban
Baik bagi dirimu atau orang
Tapi jadi lah kau Nyata cinta
agar kau hidup dalam ringan
Raih cinta suci dalam Ruhani
tinggalkan cinta pekat sahwat
Agar kau menjadi kuat
dalam Meniti jalan hayat
Megapa kau bertanya
Tangis ada saat duka
Tangis nyata dalam bahgia
tangis juga ada kala cinta
Dalam mata mu Nyata tangis
Jangan kau letih dalam pedih
Karena kaukan semakin merana
Dalam Nyata yang semakin lara
Jangan kau pustus harapan
Karena semua ada jalan
Bila kau berserah pada Tuhan
Dengan segala serah mu
Jangan kau menjadi beban
Baik bagi dirimu atau orang
Tapi jadi lah kau Nyata cinta
agar kau hidup dalam ringan
Raih cinta suci dalam Ruhani
tinggalkan cinta pekat sahwat
Agar kau menjadi kuat
dalam Meniti jalan hayat
AKU GIGIT JARI(64)
Aku gigit jariku ini
Agar tidak menunjuk
Agar tidak menuduh
Agar tidak menuding
Ku acungkan jempolku
Untuk memuji setiap hal
Aku terhina karenanya tak apa
Karena pujian bagiku tak ada
Aku telah maqam
Sebagai hamba
Itu sebabnya aku rela
Untuk memuji tanpa di puji
Aku gigit jariku ini
Agar tidak menunjuk
Agar tidak menuduh
Agar tidak menuding
Ku acungkan jempolku
Untuk memuji setiap hal
Aku terhina karenanya tak apa
Karena pujian bagiku tak ada
Aku telah maqam
Sebagai hamba
Itu sebabnya aku rela
Untuk memuji tanpa di puji
PELARIAN(66)
Bangkitlah kau dari sakit
Manggapai yang dilangit
Dalam Nyata walau telihat sulit
Namun tetap harus sengit
Jangan tertidur dalam dengkur
Lupa saat mesti bersukur
Dengan nikmat yang tak terukur
Dari Allah yang maha luhur
Berpijak dalam jejak
Walau tak tinggalkan tapak
Biar kita berlalu tak harus tampak
Agar Allah saja yang menyibak
Dalam Nyata cinta suci
Semua akan dimengerti
Apakah kita tulus hati
Atau pelarian dari masalah duiawi
Bangkitlah kau dari sakit
Manggapai yang dilangit
Dalam Nyata walau telihat sulit
Namun tetap harus sengit
Jangan tertidur dalam dengkur
Lupa saat mesti bersukur
Dengan nikmat yang tak terukur
Dari Allah yang maha luhur
Berpijak dalam jejak
Walau tak tinggalkan tapak
Biar kita berlalu tak harus tampak
Agar Allah saja yang menyibak
Dalam Nyata cinta suci
Semua akan dimengerti
Apakah kita tulus hati
Atau pelarian dari masalah duiawi
KETIKA(67)
Ketika seruan itu datang
Saat ajakan itu datang
Saat kendaraan itu datang
Saat jalan itu terbentang
Bukan berarti kalian selesai
karena Itu awal dari semua
Perjalanan hidup manusia
Dalam Nyata hidup didunia
Jadi jangan tertegun
Oleh merdunya suara seruan
Jangan terpesona
Oleh pesona ajakan-nya
Dan jangan hanya bangga
Oleh kendaraan yang di naikinya
Jangan cuma terheran-heran
Oleh indahnya jalan
Tapi berjalan dan mulailah
Berlaku dalam nyata prilaku
Agar kau sampai tujuan
Bukan berhenti lalu mati
Ketika seruan itu datang
Saat ajakan itu datang
Saat kendaraan itu datang
Saat jalan itu terbentang
Bukan berarti kalian selesai
karena Itu awal dari semua
Perjalanan hidup manusia
Dalam Nyata hidup didunia
Jadi jangan tertegun
Oleh merdunya suara seruan
Jangan terpesona
Oleh pesona ajakan-nya
Dan jangan hanya bangga
Oleh kendaraan yang di naikinya
Jangan cuma terheran-heran
Oleh indahnya jalan
Tapi berjalan dan mulailah
Berlaku dalam nyata prilaku
Agar kau sampai tujuan
Bukan berhenti lalu mati
BERBAGI DALAM CINTA(68)
Seteguk air dingin
Nikmat tak terkira
Bagi orang yang berbuka
Sesuap nasi Nikmat rasanya
Bagi orang yang berbuka
Kita menikmatinya karena puasa
Bagaimana mereka ........?
Yang untuk seteguk air
harus teteskan keringat
Untuk sesuap Nasi
Harus taruhkan Nyawa
Yaa.. Allah adakah manusia
Masih peduli kepada sesama
setelah mereka berpuasa
Atau kah mereka terus lalai
dan pelit kepada sesama
Cintailah sesama karen-Nya
Jangan karena di jalan
dan berpaikaian kotor
Lalu tak perduli adanya
Marilah berbagi dalam cinta
Dengan Mereka yang papa
Yang butuh makan seprti kita
Seteguk air dingin
Nikmat tak terkira
Bagi orang yang berbuka
Sesuap nasi Nikmat rasanya
Bagi orang yang berbuka
Kita menikmatinya karena puasa
Bagaimana mereka ........?
Yang untuk seteguk air
harus teteskan keringat
Untuk sesuap Nasi
Harus taruhkan Nyawa
Yaa.. Allah adakah manusia
Masih peduli kepada sesama
setelah mereka berpuasa
Atau kah mereka terus lalai
dan pelit kepada sesama
Cintailah sesama karen-Nya
Jangan karena di jalan
dan berpaikaian kotor
Lalu tak perduli adanya
Marilah berbagi dalam cinta
Dengan Mereka yang papa
Yang butuh makan seprti kita
ASSALAMU'ALAIKUM WR WB(69)
Wahai orang yang berselimut
bangunlah di malam
hari, kecuali sedikit
(yaitu) seperduanya atau
kurangilah dari seperdua itu sedikit,
atau lebih dari seperdua itu.
Dan bacalah Al Qur'an itu
dengan perlahan-lahan.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan
kepadamu perkataan yang berat.
Sesungguhnya bangun di waktu malam
adalah: lebih tepat untuk (khusyu) dan
bacaan di waktu itu lebih berkesan.
Sesungguhnya kamu pada siang hari
mempunyai urusan yang panjang (banyak).
Sebutlah nama Tuhanmu,
dan beribadatlah kepada-Nya
dengan penuh ketekunan.
QS. al-Muzzammil (73) : 1-8
Wahai orang yang berselimut
bangunlah di malam
hari, kecuali sedikit
(yaitu) seperduanya atau
kurangilah dari seperdua itu sedikit,
atau lebih dari seperdua itu.
Dan bacalah Al Qur'an itu
dengan perlahan-lahan.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan
kepadamu perkataan yang berat.
Sesungguhnya bangun di waktu malam
adalah: lebih tepat untuk (khusyu) dan
bacaan di waktu itu lebih berkesan.
Sesungguhnya kamu pada siang hari
mempunyai urusan yang panjang (banyak).
Sebutlah nama Tuhanmu,
dan beribadatlah kepada-Nya
dengan penuh ketekunan.
QS. al-Muzzammil (73) : 1-8
CINTA ITU NYATA(70)
Saat Rasa itu nyata dalam dada
Damai dan ingin selalu bersama
Itulah Nyata cinta tumbuh didada
Dalam rindu dan asmara
Nyata cinta sungguh Indah
Bak pelangi nan warna-warni
Dihiasi mutiara dari surga
Dalam cahaya indah surgawi
Nyata cinta sugguh manis
Bak secawan madu lebah
Yang manis tiadatara
Dalam hidup yang Nyata
Cinta suci tak-kan menyakitkan
Karena berisi kasih saying
Maaf dan pengharapan
Tanpa dedam dan kekecewaan
Saat Rasa itu nyata dalam dada
Damai dan ingin selalu bersama
Itulah Nyata cinta tumbuh didada
Dalam rindu dan asmara
Nyata cinta sungguh Indah
Bak pelangi nan warna-warni
Dihiasi mutiara dari surga
Dalam cahaya indah surgawi
Nyata cinta sugguh manis
Bak secawan madu lebah
Yang manis tiadatara
Dalam hidup yang Nyata
Cinta suci tak-kan menyakitkan
Karena berisi kasih saying
Maaf dan pengharapan
Tanpa dedam dan kekecewaan
LAPUK DI MAKAN USIA(71)
Aku tak perlu pembaca
Karena syairku bagi ku
Untuk sekedar uacapku
Yang mesti kutuangkan
Saat hanief (aliran) nyata
Biarlah menjadi syair picisan
Yang tebuang pun tak apa
Karena tugasku hanya itu
Aku tak perduli
Syairku tak dibaca
Aku tak perduli
Syirku tak di lihat
Aku hanya perduli
Dalam diri ku sendiri
saat aku tuangkan
segala kata dalam syair
Aku kan biarkan saja
Syairku lapuk di makan usia
Tanpa kesan dan pesan
Karena aku adalah aku
Syair ku adalah ungkapku
Aku tak perlu pembaca
Karena syairku bagi ku
Untuk sekedar uacapku
Yang mesti kutuangkan
Saat hanief (aliran) nyata
Biarlah menjadi syair picisan
Yang tebuang pun tak apa
Karena tugasku hanya itu
Aku tak perduli
Syairku tak dibaca
Aku tak perduli
Syirku tak di lihat
Aku hanya perduli
Dalam diri ku sendiri
saat aku tuangkan
segala kata dalam syair
Aku kan biarkan saja
Syairku lapuk di makan usia
Tanpa kesan dan pesan
Karena aku adalah aku
Syair ku adalah ungkapku
GEMBOK(72)
Saat sendal saja di gembok
Itu sugguh menggambarkan
Betapa tidak Aman situasi
Yang ada di antara mereka
Subhannallah aku sedih
Melihat situasi seperti ini
Hingga apapun akan dicuri
Dijarah Atau di rampok
Subbhanallah aku berserah
Pada-Mu wahai ilahi rabbi
Atas segala situasi
Di masa dan hidupku ini
Subhanallah Aku meangis
Saat aku melihat mereka
Berpesta pora di sana
Dibalik gedung begitu banyak sipapa
Saat sendal saja di gembok
Itu sugguh menggambarkan
Betapa tidak Aman situasi
Yang ada di antara mereka
Subhannallah aku sedih
Melihat situasi seperti ini
Hingga apapun akan dicuri
Dijarah Atau di rampok
Subbhanallah aku berserah
Pada-Mu wahai ilahi rabbi
Atas segala situasi
Di masa dan hidupku ini
Subhanallah Aku meangis
Saat aku melihat mereka
Berpesta pora di sana
Dibalik gedung begitu banyak sipapa
Assalamualaikum
IKAN TERI(73)
A-ku sungguh berserah
S-aat aku sedinri atau
S-aatku besama-sama
L-aku ini aku berharap
A-llah Nyatakan pada-mu
M-enyongsong datangnya
U-jung hari ini saatnya berbuka
A-ir seteguk yang sejuk
L-alu sesendok nasi dan lauk
I-kan teri atau apapun
K-urasa tetap Nikmat rasanya
U-ngkap ku pada-Mu yaa Allah yang
M-aha Kaya dan pengasih
Yaa Allah yang maha kasih
IKAN TERI(73)
A-ku sungguh berserah
S-aat aku sedinri atau
S-aatku besama-sama
L-aku ini aku berharap
A-llah Nyatakan pada-mu
M-enyongsong datangnya
U-jung hari ini saatnya berbuka
A-ir seteguk yang sejuk
L-alu sesendok nasi dan lauk
I-kan teri atau apapun
K-urasa tetap Nikmat rasanya
U-ngkap ku pada-Mu yaa Allah yang
M-aha Kaya dan pengasih
Yaa Allah yang maha kasih
WAKTU-KU(74)
Waktuku begitu sempit
Mingkin lebih sedikit
Dari kejapan mata
Saat ku bersama-mu
Aku mau kau tau
Waktuku begitu singkat
Aku akan segera berangkat
Menuju tuhan pemilik hadirat
Kasih
Gunakan sebaik mugkin
Kelak saat kita jumpa
Karena sugguh aku begitusingkat
Pastika Kau ikmati saat bersama
Sayang
Sadarilah...., Waktu kita begitu singkat
Karenanya berserahlah pada Allah
Agar Cintasuci kita yang abadikan
Dari sigkatnya waktu milik kita
Waktuku begitu sempit
Mingkin lebih sedikit
Dari kejapan mata
Saat ku bersama-mu
Aku mau kau tau
Waktuku begitu singkat
Aku akan segera berangkat
Menuju tuhan pemilik hadirat
Kasih
Gunakan sebaik mugkin
Kelak saat kita jumpa
Karena sugguh aku begitusingkat
Pastika Kau ikmati saat bersama
Sayang
Sadarilah...., Waktu kita begitu singkat
Karenanya berserahlah pada Allah
Agar Cintasuci kita yang abadikan
Dari sigkatnya waktu milik kita
AKU BERSYUKUR(75)
Rindu itu terus hanief
Mengalir dan bergulir
Tanpa henti disetiap waktu
Aku tak pernah mebuat-buat
Tentang rasa di dadaku ini
Namun terus saja hal itu ada
Nyata tanpa harus di rekayasa
Aku bersyukur pada Allah
Atas segala karunia yang nyata
Rindu itu terus hanief
Mengalir dan bergulir
Tanpa henti disetiap waktu
Aku tak pernah mebuat-buat
Tentang rasa di dadaku ini
Namun terus saja hal itu ada
Nyata tanpa harus di rekayasa
Aku bersyukur pada Allah
Atas segala karunia yang nyata
KUNCINYA KAU PEGANG(76)
Jadi aku harus katakan
bahwa segalanya akan Nyata
Tapi kunci kau pegang
Kau sembunyikan dalam-dalam
Kukatakan Cinta itu Nyata
Dalam Rasa dan menjadi
Rahasia hati setiap manusia
Dan menjadi rahasia Ruhani
Kuncinya kau pegang
Jadi kau yang harus Nyatakan
Dalam Cinta suci, kerinduan
Dan segala rasa di hat
Jadi aku harus katakan
bahwa segalanya akan Nyata
Tapi kunci kau pegang
Kau sembunyikan dalam-dalam
Kukatakan Cinta itu Nyata
Dalam Rasa dan menjadi
Rahasia hati setiap manusia
Dan menjadi rahasia Ruhani
Kuncinya kau pegang
Jadi kau yang harus Nyatakan
Dalam Cinta suci, kerinduan
Dan segala rasa di hat
Ah (77)
Sebening air terjun nan sejuk
saat cinta suci nyata dalam dada
seindah pelangi dilangit yang tanggi
nan warna warni bagai warna surgawi
Sehangat mentari pagi
saat cinta suci Nyata dihati
Semerdu kidung nyanian malaikat
saat kau bisikan kata cinta suci
Se indah tarian bidadari
saat kauberjalan dalam Nyata
Aku hampir tak kuasa terbuai
gemulai tangan dan tubuhmu
Sebening air terjun nan sejuk
saat cinta suci nyata dalam dada
seindah pelangi dilangit yang tanggi
nan warna warni bagai warna surgawi
Sehangat mentari pagi
saat cinta suci Nyata dihati
Semerdu kidung nyanian malaikat
saat kau bisikan kata cinta suci
Se indah tarian bidadari
saat kauberjalan dalam Nyata
Aku hampir tak kuasa terbuai
gemulai tangan dan tubuhmu
IBUNDA(78)
Ibunda itu wanita yang mengandung
Ibunda itu wanita yang melahirkan
Dalam rahim ibu Ruh Allah tiupkan
Hingga Manusia menjadi Nyata
sebagai Mahluk yang di Muliakan
Dalam tangan dingin bunda manusia
Dirawat Dalam Nyata kasih Allah
Dalam tangan kuat bunda putra, putrinya
Di besarkan, di didik hingga dewasa
Segala katanya adalah sabda bagi putra putrinya
Jadilah kau ibu dari putra putrimu
Agar kau mendapat Nyata penghormatan
Sebagai pijakan surgawi bagi putra putrimu
Agar kau menjadi Nyata Rida Allah bagi
Bagi putra putrimu wahai ibunda
Bunda atau kalian calon ibunda
kaulah nyata kemuliaan bagi putra-putrimu
jadilah kau mulia karena putra-putrimu
Banggalah kau atas segala karunia-Nya
Dengan segala syukurmu kau Nyata
Ibunda itu wanita yang mengandung
Ibunda itu wanita yang melahirkan
Dalam rahim ibu Ruh Allah tiupkan
Hingga Manusia menjadi Nyata
sebagai Mahluk yang di Muliakan
Dalam tangan dingin bunda manusia
Dirawat Dalam Nyata kasih Allah
Dalam tangan kuat bunda putra, putrinya
Di besarkan, di didik hingga dewasa
Segala katanya adalah sabda bagi putra putrinya
Jadilah kau ibu dari putra putrimu
Agar kau mendapat Nyata penghormatan
Sebagai pijakan surgawi bagi putra putrimu
Agar kau menjadi Nyata Rida Allah bagi
Bagi putra putrimu wahai ibunda
Bunda atau kalian calon ibunda
kaulah nyata kemuliaan bagi putra-putrimu
jadilah kau mulia karena putra-putrimu
Banggalah kau atas segala karunia-Nya
Dengan segala syukurmu kau Nyata
WARNA WARNI BAK PELANGI(79)
Saat aku jatuh cinta
Itu Cinta suci karunia-Nya
Yang akan Nyata selamanya
Jadi aku tidak akan mengahirinya
Dalam dunia yang indah
Seperti seperti taman surgawi
Penuh warna warni bak pelangi
Penuh kerlip cahaya nan indah
Penuh bunga nan semerbak
Harum penuhi taman hati
Dalam sungging senyum
Sejukan jiwa dan hati
Cinta itu takkan berakhir
Sejak dimulai oleh karinia Ilahi
Yang datang sejuk bak embun pagi
Hangat bagai mentari pagi
Saat aku jatuh cinta
Itu Cinta suci karunia-Nya
Yang akan Nyata selamanya
Jadi aku tidak akan mengahirinya
Dalam dunia yang indah
Seperti seperti taman surgawi
Penuh warna warni bak pelangi
Penuh kerlip cahaya nan indah
Penuh bunga nan semerbak
Harum penuhi taman hati
Dalam sungging senyum
Sejukan jiwa dan hati
Cinta itu takkan berakhir
Sejak dimulai oleh karinia Ilahi
Yang datang sejuk bak embun pagi
Hangat bagai mentari pagi
KU IRINGI DENTING DAWAI DIHATI(80)
Rindumu tertaut dalam hatiku
Aku merasakan bawa kau merindu
Rasamu tertaut dalam jiwaku
Karenanya Rasamu adalah rasaku
Inilah cinta suci itu
Hingga segala Nyata ada
Dalam satu rasa dan satu jiwa
yang saling tertaut dalam Nyata
Kasih apa yang mesti aku katakan
Saat kita dalam satu kata dan satu nada
Aku hanya bisa merangkai dalam syair
Walau hanya dalam syir picisan ini
Dan aku senandungkan dalam lagu
Yang aku iring dengan denting dawai di hati
Dan detak jantung yang terus berdetak
Hingga menjadi irama asmara yang Nyata
Rindumu tertaut dalam hatiku
Aku merasakan bawa kau merindu
Rasamu tertaut dalam jiwaku
Karenanya Rasamu adalah rasaku
Inilah cinta suci itu
Hingga segala Nyata ada
Dalam satu rasa dan satu jiwa
yang saling tertaut dalam Nyata
Kasih apa yang mesti aku katakan
Saat kita dalam satu kata dan satu nada
Aku hanya bisa merangkai dalam syair
Walau hanya dalam syir picisan ini
Dan aku senandungkan dalam lagu
Yang aku iring dengan denting dawai di hati
Dan detak jantung yang terus berdetak
Hingga menjadi irama asmara yang Nyata
Tahan Uji(81)
Ku tau kau cinta pada ku
Karena Allah telah terakan
Cinta suci dalam dadamu
Hingga Kau pasti tahan uji
Ku tau semua akan baik-baik saja
Jadi jangan kau pernah putus asa
karena sungguh Nyata cinta suci
Akan tumbuhkan segala Harap
Hingga kau akan sampai
pada Nyata damai di hati
tenang di dalam jiwa
Karena Cinta suci itu
Ku tau kau cinta pada ku
Karena Allah telah terakan
Cinta suci dalam dadamu
Hingga Kau pasti tahan uji
Ku tau semua akan baik-baik saja
Jadi jangan kau pernah putus asa
karena sungguh Nyata cinta suci
Akan tumbuhkan segala Harap
Hingga kau akan sampai
pada Nyata damai di hati
tenang di dalam jiwa
Karena Cinta suci itu
LIRIH SUARAKU(82)
Denting guitar yang ku petik
Mengingat nyanyian cintamu
Menggugah jiwa dalam rindu
Mengusik hati dalam kangenku
Ku tulis bait-bait syair cinta
tuk lukiskan rasa rindu didada
Walau tak sepadan adanya
Tapi setidaknya aku telah berkata
Serak lirih suaraku
Memanggil nama-mu
Agar kau mendengar
Walau hanya terkirim
Melalui sinyal kerinduan
Haru biru rasa rinduku
Mengajak dalam Nyata rasa
Terlukis dalam dinding Cinta
Dalam kesucian cinta kita
Denting guitar yang ku petik
Mengingat nyanyian cintamu
Menggugah jiwa dalam rindu
Mengusik hati dalam kangenku
Ku tulis bait-bait syair cinta
tuk lukiskan rasa rindu didada
Walau tak sepadan adanya
Tapi setidaknya aku telah berkata
Serak lirih suaraku
Memanggil nama-mu
Agar kau mendengar
Walau hanya terkirim
Melalui sinyal kerinduan
Haru biru rasa rinduku
Mengajak dalam Nyata rasa
Terlukis dalam dinding Cinta
Dalam kesucian cinta kita
HITAM(83)
Kabut kulihat selalu selimuti
Langkah mereka di bumi
Dalam Nyata kelam nan pekat
Oleh segala hawa dan Nafs
Atau dalam rasa dan rasio
Hitam dan hanya hitam warna
Sedikit bias pun tak ada
Apa lagi sinar atau cahaya
Mereka terus tenggelam
Dalam kelam duniawinya
Mereka hidup hanya meraba
Dengan Rasa dan rasio belaka
Tanpa tutunan hanief (aliran)
Segala kalimat dari yang Esa
Yang Nyata dalam Qadarnya
Kulihat mereka tak mau bangkit
Walau Catatan-catatan mereka
Menulis seruan untuk mereka
Yang sedang terselimuti oleh kelam
Mereka terus buta dan tuli
Hingga tak bisa melihat ayat-ayat
Yang nyata dalam segala kauniyah
Atau yang nyata dalam surat-surat
Hingga mereka terus tersesat
Tak bisa kembali pada yang baqa
Kabut kulihat selalu selimuti
Langkah mereka di bumi
Dalam Nyata kelam nan pekat
Oleh segala hawa dan Nafs
Atau dalam rasa dan rasio
Hitam dan hanya hitam warna
Sedikit bias pun tak ada
Apa lagi sinar atau cahaya
Mereka terus tenggelam
Dalam kelam duniawinya
Mereka hidup hanya meraba
Dengan Rasa dan rasio belaka
Tanpa tutunan hanief (aliran)
Segala kalimat dari yang Esa
Yang Nyata dalam Qadarnya
Kulihat mereka tak mau bangkit
Walau Catatan-catatan mereka
Menulis seruan untuk mereka
Yang sedang terselimuti oleh kelam
Mereka terus buta dan tuli
Hingga tak bisa melihat ayat-ayat
Yang nyata dalam segala kauniyah
Atau yang nyata dalam surat-surat
Hingga mereka terus tersesat
Tak bisa kembali pada yang baqa
TIDAK(84)
Tidak.., aku tak akan biarkan
Kehawatiran itu ada dalam kamu
Aku akan Nyata-kan Nyata ku
Dengan segala ketulusan hati
Aku takkan biarkan kau merana
Karena ku tahu kau cinta padaku
Dalam Nyata cinta suci dalam diri
Hingga aku kan terus menjaga
Dalam Nyata Ruhani yang hanief
Yang efeknya begitu Nyata
Dalam Rasa rindu dan damai
Dalam hati dan jiwa mu
Tidak.., aku tak akan biarkan
Kehawatiran itu ada dalam kamu
Aku akan Nyata-kan Nyata ku
Dengan segala ketulusan hati
Aku takkan biarkan kau merana
Karena ku tahu kau cinta padaku
Dalam Nyata cinta suci dalam diri
Hingga aku kan terus menjaga
Dalam Nyata Ruhani yang hanief
Yang efeknya begitu Nyata
Dalam Rasa rindu dan damai
Dalam hati dan jiwa mu
RELUNG RINDUKU(85)
Malam semakin kelam
Bulan mulai tebar senyuman
Dalam cahaya yang temaram
Sinari kelamnya malam
Aku mulai tenggelam
Dalam indah cintasuciku
Dalam relung rinduku
Yag semakin menggebu
Ku tau hati kita terpaut
Karena kau telah merajut
Dalam cinta suci yang abadi
Yang telah aku beri dalam hati
Kini nyata kita terpaut jiwa
Kini cinta suci tlah terpatri
Menyatu bersenyawa dihati
Hingga kita dalam satu hati
Dan dalam satu Jiwa
Malam semakin kelam
Bulan mulai tebar senyuman
Dalam cahaya yang temaram
Sinari kelamnya malam
Aku mulai tenggelam
Dalam indah cintasuciku
Dalam relung rinduku
Yag semakin menggebu
Ku tau hati kita terpaut
Karena kau telah merajut
Dalam cinta suci yang abadi
Yang telah aku beri dalam hati
Kini nyata kita terpaut jiwa
Kini cinta suci tlah terpatri
Menyatu bersenyawa dihati
Hingga kita dalam satu hati
Dan dalam satu Jiwa
DENGARKANLAH(86)
Saat ku datang padamu
Tak perduli apa yang terjadi
Karena ku tau kau kekasihku
Badai, hujan bukan halangan
Karena Rinduku tak tertahankan
Cinta suciku sungguh tak buta
Tapi tumbuhkan rindu didada
Dalam Rasa tak terlukiskan
Kasih itulah rasaku didada
Itulah Cinta ku pada mu
Yang semakin tak dapat kulukis
Dalam kata atau lainya
Kasih aku menjerit
Memanggil namamu
Dalam setiap waktu
Dengarkanlah wahai kasih
Saat ku datang padamu
Tak perduli apa yang terjadi
Karena ku tau kau kekasihku
Badai, hujan bukan halangan
Karena Rinduku tak tertahankan
Cinta suciku sungguh tak buta
Tapi tumbuhkan rindu didada
Dalam Rasa tak terlukiskan
Kasih itulah rasaku didada
Itulah Cinta ku pada mu
Yang semakin tak dapat kulukis
Dalam kata atau lainya
Kasih aku menjerit
Memanggil namamu
Dalam setiap waktu
Dengarkanlah wahai kasih
PUTIK(87)
Bunga yang layu dan kering
Akan digantikan oleh putik
Yang Akan menjadi buah
Yang indah nan ranum
Bunga adalah awal dari semua
Walau indah dan segar mewangi
Akan datang kumbang ditaman
Dan membuat bunga layu adanya
Wahai buga-bunga di taman hati
Saat masanya, kau layu dan kering
Itu bukan ahir dari segalanya
Karena itu awal dari segalanya
Agari berganti menjadi buah yang berguna
Jangan ada pedih di hati dan lara di dada
Karena semua awal dari bahagia sejati
Setelah kau basa lalui hari hari itu
Itulah Nyata cinta suci yang ada
Dalam hidup manusia di dunia
Yang akan abadi hingga disurga
Jadi teruslah tersenyum bahagia
Bunga yang layu dan kering
Akan digantikan oleh putik
Yang Akan menjadi buah
Yang indah nan ranum
Bunga adalah awal dari semua
Walau indah dan segar mewangi
Akan datang kumbang ditaman
Dan membuat bunga layu adanya
Wahai buga-bunga di taman hati
Saat masanya, kau layu dan kering
Itu bukan ahir dari segalanya
Karena itu awal dari segalanya
Agari berganti menjadi buah yang berguna
Jangan ada pedih di hati dan lara di dada
Karena semua awal dari bahagia sejati
Setelah kau basa lalui hari hari itu
Itulah Nyata cinta suci yang ada
Dalam hidup manusia di dunia
Yang akan abadi hingga disurga
Jadi teruslah tersenyum bahagia
APAKABAR MU(88)
Kusapa kau waha kasih
Apa kabarmu disana
Beberapa hari tak tegur sapa
Sersa semusim lamanya
Aku semakin merindumu
Dalam rasa yang semakin menggebu
Entah bagimana aku tak tahan menahan
Rasa rindu yang datang bak airbah
Oh kasih mengertilah
Akan rasaku yang terus menggunung
Bagai orang bingung terkena linglung
Tapi sungguh ini asmara cinta di dada
Oh kasih mengertilah
Aku tak sanggup lagi menahan
segala rasa yang ada didada ini
Berilah aku waktu untuk selalu bersama
Kusapa kau waha kasih
Apa kabarmu disana
Beberapa hari tak tegur sapa
Sersa semusim lamanya
Aku semakin merindumu
Dalam rasa yang semakin menggebu
Entah bagimana aku tak tahan menahan
Rasa rindu yang datang bak airbah
Oh kasih mengertilah
Akan rasaku yang terus menggunung
Bagai orang bingung terkena linglung
Tapi sungguh ini asmara cinta di dada
Oh kasih mengertilah
Aku tak sanggup lagi menahan
segala rasa yang ada didada ini
Berilah aku waktu untuk selalu bersama
PERMOHONAN-KU(89)
Ya Allah pada Mu aku berserah
Dalam segala Nyata serah ku
Kepada Mu lah aku beriman
Dalam segala kepercayaanku
Kepada Mu lah aku bertawakal
Dalam segala laku prilaku-ku
Engkau Maha Pengampun
Dari segala salah dan najisnya dosa
Aku bersimpuh di haribaan mu
dalam segala sujud dan tunduk-ku
Semua telah terkata wahai Peguasaku
Sentuh lah Ruh kekasih ku
Agarterus terpaut dalam Nyata
Hingga kami dapat terus bersama
Dalam Nyata Ruhani yang abadi
Ya Allah inilah permohonan ku
Kabulkanlah wahai penguasa-ku
Ya Allah pada Mu aku berserah
Dalam segala Nyata serah ku
Kepada Mu lah aku beriman
Dalam segala kepercayaanku
Kepada Mu lah aku bertawakal
Dalam segala laku prilaku-ku
Engkau Maha Pengampun
Dari segala salah dan najisnya dosa
Aku bersimpuh di haribaan mu
dalam segala sujud dan tunduk-ku
Semua telah terkata wahai Peguasaku
Sentuh lah Ruh kekasih ku
Agarterus terpaut dalam Nyata
Hingga kami dapat terus bersama
Dalam Nyata Ruhani yang abadi
Ya Allah inilah permohonan ku
Kabulkanlah wahai penguasa-ku
SEMUA ITU AKAN TERPANCAR (90)
Keindahan fisik terlihat mata
Perilaku sopan terlihat pula
Bibir bisa bertutur santun
Menipu manusia di mukabumi
Manusia bisa dengan lipsingnya
Seolah-olah baik dan santun adanya
Menipu seluruh manusia di dunia
Dengan kepura-puraan mereka
Tapi bukan kecantikan dan kepura-puraan
Yang di sajikan kepada sesama manusia
Hingga terlihat sebagai orang baik
Dan kebanyakan manusia pun tertipu
Tapi sungguh hanief (aliran) Ruhani
Yang Allah Nyatakan kepada manusia
Tak bisa di duplikasi oleh manusia
Dan Bangsa Jin atau bangsa malaikat
Hanief (aliran) kalimat-Nya menjadi ketawadhu’an
Semua itu akan terpancar dalam aura manusia
Yang akan menjadikan sosok manusia shalih
Yang melampaui batas kebiasaan pada umum-nya
Sehingga mereka akan mengira
Orang yang memperoleh hanief (aliran)
Kalimat Allah itu dikira mengada-ada
Karena memang tak ada di sisi manusia duniawi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar