Rabu, 24 November 2010

Pesan Si-Yatim 61-90





EMBIK HIDUNGKU(61)

Ku merengek seperti anak-anak
Terkata atau tidak itulah tangisku
Saat ku merindu-mu dalam rasa sangat
Namun ku tak sanggup berkata-kata

Hingga aku hanya bisa terdiam
Tanpa satu kata pun terucap
Kecuali hanya embik hidungku
Dan gerak bibirku saja tanpa kata

Atau aku hanya bisa berkata
Dalam bata-bata kata ku
Terucap “sayang”
Atau kata “kangen.....”

Itu semua sungguh rasaku
Itu semua juga rasamu
Itu cinta suci yang kuberi
Yag berkembang dalam hati

Aku tau itu telah tumbuh dalam kamu
Dalam nyata rasa rindu menggebu
Seperti Nyata dalam dada-ku
Disetiap saat dan waktu


SETELAH AKU(62)

Setelah aku dapatkan
Lailatul Qadar dua tahun silam
Aku Ingin berbagi dengan siapa pun
Yang mau dan percaya

Bahwa Lailatul qadar
Dapat di Raih
Dan dapat di Nyatakan
Dalam Hidup Nyata ini

Hingga kita dapat hidup
Dalam Nyata Ruhani
Dan Hanief (aliran)
KalimatNya pun dapat Nyata

TANYA MU(63)

Megapa kau bertanya
Tangis ada saat duka
Tangis nyata dalam bahgia
tangis juga ada kala cinta

Dalam mata mu Nyata tangis
Jangan kau letih dalam pedih
Karena kaukan semakin merana
Dalam Nyata yang semakin lara

Jangan kau pustus harapan
Karena semua ada jalan
Bila kau berserah pada Tuhan
Dengan segala serah mu

Jangan kau menjadi beban
Baik bagi dirimu atau orang
Tapi jadi lah kau Nyata cinta
agar kau hidup dalam ringan

Raih cinta suci dalam Ruhani
tinggalkan cinta pekat sahwat
Agar kau menjadi kuat
dalam Meniti jalan hayat

AKU GIGIT JARI(64)

Aku gigit jariku ini
Agar tidak menunjuk
Agar tidak menuduh
Agar tidak menuding

Ku acungkan jempolku
Untuk memuji setiap hal
Aku terhina karenanya tak apa
Karena pujian bagiku tak ada

Aku telah maqam
Sebagai hamba
Itu sebabnya aku rela
Untuk memuji tanpa di puji

PELARIAN(66)

Bangkitlah kau dari sakit
Manggapai yang dilangit
Dalam Nyata walau telihat sulit
Namun tetap harus sengit

Jangan tertidur dalam dengkur
Lupa saat mesti bersukur
Dengan nikmat yang tak terukur
Dari Allah yang maha luhur

Berpijak dalam jejak
Walau tak tinggalkan tapak
Biar kita berlalu tak harus tampak
Agar Allah saja yang menyibak

Dalam Nyata cinta suci
Semua akan dimengerti
Apakah kita tulus hati
Atau pelarian dari masalah duiawi

KETIKA(67)

Ketika seruan itu datang
Saat ajakan itu datang
Saat kendaraan itu datang
Saat jalan itu terbentang

Bukan berarti kalian selesai
karena Itu awal dari semua
Perjalanan hidup manusia
Dalam Nyata hidup didunia

Jadi jangan tertegun
Oleh merdunya suara seruan
Jangan terpesona
Oleh pesona ajakan-nya

Dan jangan hanya bangga
Oleh kendaraan yang di naikinya
Jangan cuma terheran-heran
Oleh indahnya jalan

Tapi berjalan dan mulailah
Berlaku dalam nyata prilaku
Agar kau sampai tujuan
Bukan berhenti lalu mati

BERBAGI DALAM CINTA(68)

Seteguk air dingin
Nikmat tak terkira
Bagi orang yang berbuka
Sesuap nasi Nikmat rasanya
Bagi orang yang berbuka
Kita menikmatinya karena puasa

Bagaimana mereka ........?
Yang untuk seteguk air
harus teteskan keringat
Untuk sesuap Nasi
Harus taruhkan Nyawa

Yaa.. Allah adakah manusia
Masih peduli kepada sesama
setelah mereka berpuasa
Atau kah mereka terus lalai
dan pelit kepada sesama
Cintailah sesama karen-Nya

Jangan karena di jalan
dan berpaikaian kotor
Lalu tak perduli adanya
Marilah berbagi dalam cinta
Dengan Mereka yang papa
Yang butuh makan seprti kita

ASSALAMU'ALAIKUM WR WB(69)

Wahai orang yang berselimut
bangunlah di malam
hari, kecuali sedikit
(yaitu) seperduanya atau
kurangilah dari seperdua itu sedikit,

atau lebih dari seperdua itu.
Dan bacalah Al Qur'an itu
dengan perlahan-lahan.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan

kepadamu perkataan yang berat.
Sesungguhnya bangun di waktu malam
adalah: lebih tepat untuk (khusyu) dan
bacaan di waktu itu lebih berkesan.
Sesungguhnya kamu pada siang hari

mempunyai urusan yang panjang (banyak).
Sebutlah nama Tuhanmu,
dan beribadatlah kepada-Nya
dengan penuh ketekunan.

QS. al-Muzzammil (73) : 1-8

CINTA ITU NYATA(70)

Saat Rasa itu nyata dalam dada
Damai dan ingin selalu bersama
Itulah Nyata cinta tumbuh didada
Dalam rindu dan asmara

Nyata cinta sungguh Indah
Bak pelangi nan warna-warni
Dihiasi mutiara dari surga
Dalam cahaya indah surgawi

Nyata cinta sugguh manis
Bak secawan madu lebah
Yang manis tiadatara
Dalam hidup yang Nyata

Cinta suci tak-kan menyakitkan
Karena berisi kasih saying
Maaf dan pengharapan
Tanpa dedam dan kekecewaan

LAPUK DI MAKAN USIA(71)

Aku tak perlu pembaca
Karena syairku bagi ku
Untuk sekedar uacapku
Yang mesti kutuangkan

Saat hanief (aliran) nyata
Biarlah menjadi syair picisan
Yang tebuang pun tak apa
Karena tugasku hanya itu

Aku tak perduli
Syairku tak dibaca
Aku tak perduli
Syirku tak di lihat

Aku hanya perduli
Dalam diri ku sendiri
saat aku tuangkan
segala kata dalam syair

Aku kan biarkan saja
Syairku lapuk di makan usia
Tanpa kesan dan pesan
Karena aku adalah aku
Syair ku adalah ungkapku

GEMBOK(72)

Saat sendal saja di gembok
Itu sugguh menggambarkan
Betapa tidak Aman situasi
Yang ada di antara mereka

Subhannallah aku sedih
Melihat situasi seperti ini
Hingga apapun akan dicuri
Dijarah Atau di rampok

Subbhanallah aku berserah
Pada-Mu wahai ilahi rabbi
Atas segala situasi
Di masa dan hidupku ini

Subhanallah Aku meangis
Saat aku melihat mereka
Berpesta pora di sana
Dibalik gedung begitu banyak sipapa

Assalamualaikum

IKAN TERI(73)

A-ku sungguh berserah
S-aat aku sedinri atau
S-aatku besama-sama
L-aku ini aku berharap
A-llah Nyatakan pada-mu
M-enyongsong datangnya
U-jung hari ini saatnya berbuka

A-ir seteguk yang sejuk
L-alu sesendok nasi dan lauk
I-kan teri atau apapun
K-urasa tetap Nikmat rasanya
U-ngkap ku pada-Mu yaa Allah yang
M-aha Kaya dan pengasih

Yaa Allah yang maha kasih

WAKTU-KU(74)

Waktuku begitu sempit
Mingkin lebih sedikit
Dari kejapan mata
Saat ku bersama-mu

Aku mau kau tau
Waktuku begitu singkat
Aku akan segera berangkat
Menuju tuhan pemilik hadirat

Kasih
Gunakan sebaik mugkin
Kelak saat kita jumpa
Karena sugguh aku begitusingkat
Pastika Kau ikmati saat bersama

Sayang
Sadarilah...., Waktu kita begitu singkat
Karenanya berserahlah pada Allah
Agar Cintasuci kita yang abadikan
Dari sigkatnya waktu milik kita


AKU BERSYUKUR(75)

Rindu itu terus hanief
Mengalir dan bergulir
Tanpa henti disetiap waktu

Aku tak pernah mebuat-buat
Tentang rasa di dadaku ini
Namun terus saja hal itu ada

Nyata tanpa harus di rekayasa
Aku bersyukur pada Allah
Atas segala karunia yang nyata


KUNCINYA KAU PEGANG(76)

Jadi aku harus katakan
bahwa segalanya akan Nyata
Tapi kunci kau pegang
Kau sembunyikan dalam-dalam

Kukatakan Cinta itu Nyata
Dalam Rasa dan menjadi
Rahasia hati setiap manusia
Dan menjadi rahasia Ruhani

Kuncinya kau pegang
Jadi kau yang harus Nyatakan
Dalam Cinta suci, kerinduan
Dan segala rasa di hat

Ah (77)

Sebening air terjun nan sejuk
saat cinta suci nyata dalam dada
seindah pelangi dilangit yang tanggi
nan warna warni bagai warna surgawi

Sehangat mentari pagi
saat cinta suci Nyata dihati
Semerdu kidung nyanian malaikat
saat kau bisikan kata cinta suci

Se indah tarian bidadari
saat kauberjalan dalam Nyata
Aku hampir tak kuasa terbuai
gemulai tangan dan tubuhmu

IBUNDA(78)

Ibunda itu wanita yang mengandung
Ibunda itu wanita yang melahirkan
Dalam rahim ibu Ruh Allah tiupkan
Hingga Manusia menjadi Nyata
sebagai Mahluk yang di Muliakan

Dalam tangan dingin bunda manusia
Dirawat Dalam Nyata kasih Allah
Dalam tangan kuat bunda putra, putrinya
Di besarkan, di didik hingga dewasa
Segala katanya adalah sabda bagi putra putrinya

Jadilah kau ibu dari putra putrimu
Agar kau mendapat Nyata penghormatan
Sebagai pijakan surgawi bagi putra putrimu
Agar kau menjadi Nyata Rida Allah bagi
Bagi putra putrimu wahai ibunda

Bunda atau kalian calon ibunda
kaulah nyata kemuliaan bagi putra-putrimu
jadilah kau mulia karena putra-putrimu
Banggalah kau atas segala karunia-Nya
Dengan segala syukurmu kau Nyata

WARNA WARNI BAK PELANGI(79)

Saat aku jatuh cinta
Itu Cinta suci karunia-Nya
Yang akan Nyata selamanya
Jadi aku tidak akan mengahirinya

Dalam dunia yang indah
Seperti seperti taman surgawi
Penuh warna warni bak pelangi
Penuh kerlip cahaya nan indah

Penuh bunga nan semerbak
Harum penuhi taman hati
Dalam sungging senyum
Sejukan jiwa dan hati

Cinta itu takkan berakhir
Sejak dimulai oleh karinia Ilahi
Yang datang sejuk bak embun pagi
Hangat bagai mentari pagi

KU IRINGI DENTING DAWAI DIHATI(80)

Rindumu tertaut dalam hatiku
Aku merasakan bawa kau merindu
Rasamu tertaut dalam jiwaku
Karenanya Rasamu adalah rasaku

Inilah cinta suci itu
Hingga segala Nyata ada
Dalam satu rasa dan satu jiwa
yang saling tertaut dalam Nyata

Kasih apa yang mesti aku katakan
Saat kita dalam satu kata dan satu nada
Aku hanya bisa merangkai dalam syair
Walau hanya dalam syir picisan ini

Dan aku senandungkan dalam lagu
Yang aku iring dengan denting dawai di hati
Dan detak jantung yang terus berdetak
Hingga menjadi irama asmara yang Nyata

Tahan Uji(81)

Ku tau kau cinta pada ku
Karena Allah telah terakan
Cinta suci dalam dadamu
Hingga Kau pasti tahan uji

Ku tau semua akan baik-baik saja
Jadi jangan kau pernah putus asa
karena sungguh Nyata cinta suci
Akan tumbuhkan segala Harap

Hingga kau akan sampai
pada Nyata damai di hati
tenang di dalam jiwa
Karena Cinta suci itu

LIRIH SUARAKU(82)

Denting guitar yang ku petik
Mengingat nyanyian cintamu
Menggugah jiwa dalam rindu
Mengusik hati dalam kangenku

Ku tulis bait-bait syair cinta
tuk lukiskan rasa rindu didada
Walau tak sepadan adanya
Tapi setidaknya aku telah berkata

Serak lirih suaraku
Memanggil nama-mu
Agar kau mendengar
Walau hanya terkirim
Melalui sinyal kerinduan

Haru biru rasa rinduku
Mengajak dalam Nyata rasa
Terlukis dalam dinding Cinta
Dalam kesucian cinta kita

HITAM(83)

Kabut kulihat selalu selimuti
Langkah mereka di bumi
Dalam Nyata kelam nan pekat
Oleh segala hawa dan Nafs
Atau dalam rasa dan rasio

Hitam dan hanya hitam warna
Sedikit bias pun tak ada
Apa lagi sinar atau cahaya
Mereka terus tenggelam
Dalam kelam duniawinya

Mereka hidup hanya meraba
Dengan Rasa dan rasio belaka
Tanpa tutunan hanief (aliran)
Segala kalimat dari yang Esa
Yang Nyata dalam Qadarnya

Kulihat mereka tak mau bangkit
Walau Catatan-catatan mereka
Menulis seruan untuk mereka
Yang sedang terselimuti oleh kelam
Mereka terus buta dan tuli

Hingga tak bisa melihat ayat-ayat
Yang nyata dalam segala kauniyah
Atau yang nyata dalam surat-surat
Hingga mereka terus tersesat
Tak bisa kembali pada yang baqa


TIDAK(84)

Tidak.., aku tak akan biarkan
Kehawatiran itu ada dalam kamu
Aku akan Nyata-kan Nyata ku
Dengan segala ketulusan hati

Aku takkan biarkan kau merana
Karena ku tahu kau cinta padaku
Dalam Nyata cinta suci dalam diri
Hingga aku kan terus menjaga

Dalam Nyata Ruhani yang hanief
Yang efeknya begitu Nyata
Dalam Rasa rindu dan damai
Dalam hati dan jiwa mu

RELUNG RINDUKU(85)

Malam semakin kelam
Bulan mulai tebar senyuman
Dalam cahaya yang temaram
Sinari kelamnya malam

Aku mulai tenggelam
Dalam indah cintasuciku
Dalam relung rinduku
Yag semakin menggebu

Ku tau hati kita terpaut
Karena kau telah merajut
Dalam cinta suci yang abadi
Yang telah aku beri dalam hati

Kini nyata kita terpaut jiwa
Kini cinta suci tlah terpatri
Menyatu bersenyawa dihati
Hingga kita dalam satu hati
Dan dalam satu Jiwa

DENGARKANLAH(86)

Saat ku datang padamu
Tak perduli apa yang terjadi
Karena ku tau kau kekasihku
Badai, hujan bukan halangan

Karena Rinduku tak tertahankan
Cinta suciku sungguh tak buta
Tapi tumbuhkan rindu didada
Dalam Rasa tak terlukiskan

Kasih itulah rasaku didada
Itulah Cinta ku pada mu
Yang semakin tak dapat kulukis
Dalam kata atau lainya

Kasih aku menjerit
Memanggil namamu
Dalam setiap waktu
Dengarkanlah wahai kasih

PUTIK(87)

Bunga yang layu dan kering
Akan digantikan oleh putik
Yang Akan menjadi buah
Yang indah nan ranum

Bunga adalah awal dari semua
Walau indah dan segar mewangi
Akan datang kumbang ditaman
Dan membuat bunga layu adanya

Wahai buga-bunga di taman hati
Saat masanya, kau layu dan kering
Itu bukan ahir dari segalanya
Karena itu awal dari segalanya

Agari berganti menjadi buah yang berguna
Jangan ada pedih di hati dan lara di dada
Karena semua awal dari bahagia sejati
Setelah kau basa lalui hari hari itu

Itulah Nyata cinta suci yang ada
Dalam hidup manusia di dunia
Yang akan abadi hingga disurga
Jadi teruslah tersenyum bahagia

APAKABAR MU(88)

Kusapa kau waha kasih
Apa kabarmu disana
Beberapa hari tak tegur sapa
Sersa semusim lamanya

Aku semakin merindumu
Dalam rasa yang semakin menggebu
Entah bagimana aku tak tahan menahan
Rasa rindu yang datang bak airbah

Oh kasih mengertilah
Akan rasaku yang terus menggunung
Bagai orang bingung terkena linglung
Tapi sungguh ini asmara cinta di dada

Oh kasih mengertilah
Aku tak sanggup lagi menahan
segala rasa yang ada didada ini
Berilah aku waktu untuk selalu bersama

PERMOHONAN-KU(89)

Ya Allah pada Mu aku berserah
Dalam segala Nyata serah ku
Kepada Mu lah aku beriman
Dalam segala kepercayaanku

Kepada Mu lah aku bertawakal
Dalam segala laku prilaku-ku
Engkau Maha Pengampun
Dari segala salah dan najisnya dosa

Aku bersimpuh di haribaan mu
dalam segala sujud dan tunduk-ku
Semua telah terkata wahai Peguasaku
Sentuh lah Ruh kekasih ku

Agarterus terpaut dalam Nyata
Hingga kami dapat terus bersama
Dalam Nyata Ruhani yang abadi
Ya Allah inilah permohonan ku
Kabulkanlah wahai penguasa-ku

SEMUA ITU AKAN TERPANCAR (90)

Keindahan fisik terlihat mata
Perilaku sopan terlihat pula
Bibir bisa bertutur santun
Menipu manusia di mukabumi

Manusia bisa dengan lipsingnya
Seolah-olah baik dan santun adanya
Menipu seluruh manusia di dunia
Dengan kepura-puraan mereka

Tapi bukan kecantikan dan kepura-puraan
Yang di sajikan kepada sesama manusia
Hingga terlihat sebagai orang baik
Dan kebanyakan manusia pun tertipu

Tapi sungguh hanief (aliran) Ruhani
Yang Allah Nyatakan kepada manusia
Tak bisa di duplikasi oleh manusia
Dan Bangsa Jin atau bangsa malaikat

 Hanief (aliran) kalimat-Nya menjadi ketawadhu’an
Semua itu akan terpancar dalam aura manusia
Yang akan menjadikan sosok manusia shalih
Yang melampaui batas kebiasaan pada umum-nya

Sehingga mereka akan mengira
Orang yang memperoleh hanief (aliran)
Kalimat Allah itu dikira mengada-ada
Karena memang tak ada di sisi manusia duniawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar